Dapat Bantuan Rp17 Miliar, Pemko Pekanbaru Revitalisasi 16 Sekolah
- Senin, 31 Agustus 2026 - 20:30 WIB
- Reporter : Ridho Fernandes
- Redaktur : Raja Mirza
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau revitalisasi sekolah
KLIKMX.COM, PEKANBARU - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho memastikan sejumlah sekolah mulai mengalami revitalisasi pada tahun 2026. Adanya revitalisasi ini untuk membenahi fisik sekolah secara bertahap.
Satu sekolah yang mengalami revitalisasi adalah SDN 62 Pekanbaru. Sekolah mendapat dukungan anggaran dari APBN 2026.
Agung meninjau langsung revitalisasi di sekolah tersebut. Ia melihat langsung revitalisasi ruang kelas dan toilet di sekolah itu.
"Kita mulai membenahi satu persatu bangunan dan area sekolah, termasuk lapangan upacara," paparnya di sela peninjauan, Senin (31/8/2026).
Agung menambahkan bahwa revitalisasi sekolah nantinya bukan cuma bersumber dari APBN. Ia memastikan ada anggaran APBD untuk membantu sekolah yang butuh revitalisasi.
"Ada juga APBD, kita lakukan untuk perbaikan lainnya seperti paving block dan pembuatan toilet," paparnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal menambahkan bahwa ada 16 sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Pekanbaru, tahun ini mendapat bantuan sebesar Rp17 miliar lebih dari Pemerintah Pusat untuk revitalisasi bangunan sekolah.
"Ini adalah program dari bapak presiden, dana pusat, atau yang kita kenal dengan dana APBN. Kita ada menerima untuk 16 sekolah dengan jumlah total lebih kurang Rp17 miliar lebih," terangnya.
Disampaikannya, anggaran bantuan revitalisasi tersebut langsung dikirim oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke rekening sekolah penerima.
"Uangnya langsung masuk ke sekolah. Uangnya sekolah dan masyarakat yang mengelola. Jadi dari dinas (Disdik) hanya pengawasan saja," ucap Jamal.
Sekolah penerima bantuan revitalisasi, terang dia, bisa juga menggunakan anggaran untuk membangun ruang kelas baru jika dibutuhkan.
"Itu yang pertama, boleh membangun ruang kelas kalau dia kurang. Kedua untuk rehab, rehab atap, rehab plafon. Kemudian bisa juga digunakan untuk pembangunan toilet," ujar Jamal.
Ia menjelaskan, sekolah penerima bantuan revitalisasi merupakan sekolah yang telah mengisi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui aplikasi Dapodik dengan menyiapkan data sekolah, guru, sarpras, dan peserta didik.
"Jadi kita tidak perlu mengajukan profosal, karena dari kementerian itu mengambil data sekolah dari Dapodik," terang Jamal.
"Maka itu terus kita sarankan kepada sekolah (supaya mengisi Dapodik), karena sumber data di kementerian itu adalah Dapodik. Data siswa, guru dan sarana prasarana. Jadi tidak perlu lagi pakai proposal," pungkasnya.***
